Bahtera Nuh

Deadline : Sabtu, 5 April 2008

Setiap hari minggu, saya bertemu dengan anak-anak sekolah minggu dan bermain dengan mereka. Saya dan guru-guru lain bergantian mempersiapkan aktivitas atapun alat peraga. Kali ini saya kebagian membuat Bahtera Nuh, sesuai dengan cerita minggu ini. Bahtera ini juga akan dipakai untuk menampung hewan2 mainan yang disiapkan guru lain.
Saya berencana mengerjakan bahtera nuh ini dengan menggunakan flour clay atau clay tepung dengan resep yang saya peroleh dari buku Ir. Monica. Flour clay menjadi pilihan saya karena bahannya sangat mudah diperoleh dan jg harganya yang terjangkau, terlebih lagi untuk project ini saya butuh clay yang cukup banyak
Pertama-tama saya mengumpulkan berbagai referensi dan gambar dari google mengenai Bahtera Nuh versi anak2. Dari berbagai referensi tersebut kemudian saya membuat sketsa, yang kemudian dilanjutkan dengan rancangan bahtera.
Bahan & Alat :
Kardus bekas
Ember (sebagai body kapal)
Clay Tepung
Cat (saya menggunakan akrilik reeves)
Pernis (jika diperlukan)
Gunting, Lem, Staples, Pensil, Penggaris, Cutter, Masking Tape, Double Tape
bahan-bahan-clayadventura
Bahan-bahan telah saya kumpulkan sejak hari rabu, dengan pertolongan asisten saya, jadilah adonan tepung clay. Sepulang kerja, saya mewarnai adonan tesebut dan mulai mengerjakan atap bahtera.

Pada hari sabtu, saya harus kebut mengerjakan clay tersebut karena minggunya sudah dipakai untuk mengajar. Dari jam 10 pagi, sampai jam 10 malam, saya berkutat dengan pembuatan bahtera tersebut (dan juga aktivitas untuk anak-anak). Untungnya saya menemukan ember yang bentuknya mirip bahtera, jadi saya tinggal menempelkan potongan clay yang tipis dan memberikan tekstur kayu. Untuk detail, saya tambahkan mur di tiap2 sudut clay. Untuk mendapat clay yang tipis, saya menggunakan gilingan molen (gilingan molen ini tidak boleh dipakai untuk makanan).

progres-clayadventura
Clay yang saya tempelkan, kering dengan cepat karena dikerjakan dibawah kipas angin. Dan ternyata clay saya sedikit mengkerut (sebabnya masih diselidiki). Tapi masalah tersebut diatasi dengan menambal sambungan-sambungan pada bodi kapal.
Jam 9 malam, clay sudah setengah kering, saya mulai memberikan warna pada bahtera tersebut, sebagian dengan kuas, sebagian dengan jari tangan, hanya untuk highlight dan menonjolkan texture.
Pagi-pagi hari minggu, saya bawa bahtera saya, lengkap dengan aktivitas yang telah saya gunting tempel sebelumnya. Saya sempat deg-degan, takut clay tersebut retak atau berubah bentuk, untungnya everythings fine. Saya sampai tepat waktu, anak2 enjoy dengan cerita dan aktivitasnya, letih? lelah? lunas d.

bahtera-clayadventura

nb:masih banyak yang belum kesampean dalam pembuatan bahtera ini, masi kurang ini itu, tapi practice make perfect right?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.